Hobi Berpetualang Menjadikan 4 Wanita Legendaris Ini Pernah Mencatatkan Namanya Sebagai yang Pertama di Bidang Traveling!

1014 views

Traveling merupakan salah satu aktifitas yang menguji kecakapan fisik, ketahanan tubuh, dan kadang menguji adrenalin. Karena bentangan situasi yang tidak terduga dan kadang mengundang bahaya, kegiatan traveling biasanya hanya dilakukan oleh kaum pria. hobi menguji adrenalin hingga menantang bahaya selalu diidentikkan dengan kaum pria. tapi tidak menutup kemungkinan bagi kaum wanita untuk menggeluti bidang ini.

Jiwa bertualang kadang tidak dimiliki oleh setiap wanita pada umumnya, tapi beberapa wanita ini berani membuktikan bahwa tidak semua wanita lemah di segala bidang. Wanita justru bisa lebih tangguh dari pada pria, tanpa mengurangi jiwa feminim dan kodratnya sebagai seorang pendidik.

Freya Madeline Stark, Wanita Explorer Pertama

Freya Madeline Stark, Wanita Explorer Pertama

Freya Stark via saradistribution.com

Penjelajah wanita asal inggris dengan rekor pertamanya pada perjalanan dari Inggris ke Persia, mengarungi desa-desa terpencil dan mendedikasikan petualangannya sebagai bentuk solidaritas terhadap penduduk-penduduk yang terisolir. Freya Strak juga menerbitkan bukunya yang berjudul The Valley of Assassins. Kontribusinya dalam bidang travelling ini diapresiasikan oleh para penjelajah modern dengan mencatatkan namanya sebagai wanita pertama yang menjelajah dunia pada abad ke 20.

Freya sendiri berdarah Inggris yang dilahirkan di Paris, mengawali jejaknya sebagai petualang saat masih berusia empat tahun. Saat itu Freya balita lari dari rumahnya yang terletak di daerah Dartmouth, Inggris ke Plymouth. Kegigihannya dalam menjelajah ternyata sudah dibawanya sejak balita. Freya juga lahir ditengah-tengah kondisi keluarga yang tidak begitu baik. Dengan berlatar belakang kehidupan keluarga yang berada diujung tanduk, serta penyakit kritis yang dideritanya dulu, justru dapat membuatnya bangkit dari keterpurukan.

Idenya untuk mencatat dan menuliskan perjalanan itu didapatkan dari pengasuhnya yaitu seorang governess yang gemar memperkenalkan karya-karya puisi kuno, seperti karya Homer dari Yunani kuno. Dari kegemarannya itulah Freya mencoba menuliskan puisi pertamanya di usia yang masih sangat muda, yaitu 8 tahun.

Impiannya untuk melakukan penjelajahan sempat kandas dan tidak direncanakannya kembali. Setelah akhirnya kondisi menuntutnya untuk segera melakukan traveling. Saat kondisi rumah tangganya juga hancur, saat itulah Freya memutuskan untuk kembali meraih impiannya untuk melakukan sebuah perjalanan.

Perjalanannya diawali dengan mengunjungi negara Syria pada tahun 1927 saat dirinya berusia 34 tahun. Bekal kemampuan berbahasa tentu saja tidak diraihnya secara instan. Selaama beberapa tahun sebelumnya Freya menempuh pelajaran bahasa arab dengan seorang pendeta asal Libanon. Dari sanalah kemudian Freya menetapkan Libanon sebagai tujuan perjalanan berikutnya.

Dilanjutkan dengan penjelajahan suksesnya ke Irak, Persia, Palestina, dan Arab Saudi. Kecintaannya terhadap gurun pasir membuatnya mendedikasikan tiap detik dalam hidupnya untuk mengarungi gurun pasir di negara-negara tersebut. Prestasi membanggakan yang ditemukan Freya dalam perjalanannya adalah dengan ditemukannya kembali pelabuhan kuno Arab, yaitu Port of Cana. Ia juga memetakan kembali daerah-daerah terpencil di kawasan pegunungan Elburz, Persia.

Pengamat sejarah dan penjelajah modern tentu sudah sangat akrab dengan Freya M. Strak, terutama melalui karyanya dalam sebuah buku tentang perjalanannya dan autobiografinya yang sangat terkenal. Freya juga mendasarkan kemampuan traveling-nya pada profesionalitas dan insting seorang explorer. Dimana ia berusaha membaur dengan adat dan kebudayaan masyarakat setempat untuk dapat diterima dengan baik dengan kehidupan mereka.

Di ujung perjalanan hidupnya, Freya telah dianugerahkan gelar British Empire yang sama dengan gelar Knighthood atau Ksatria. Ia wafat diusia 100 tahun pada tahun 1993. Hingga kini beberapa karyanya masih tetap digunakan dan diabadikan dalam catatan sejarah, sebagai dokumentasi perjalanan seorang wanita penjelajah pertama.

Jeanne Bare, Wanita Pertama yang Melakukan Ekspedisi Di Laut

Jeanne Bare Penjelajah Laut Wanita Pertama

Jeanne Bare Penjelajah Laut Wanita Pertama via mentalfloss.com

Karena jiwa petualangnya yang sudah sangat melekat pada dirinya, Jeanne Bare memilih untuk mengukuhkan tekadnya agar bisa bertualang keliling dunia. Jeanne Bare yang saat itu melakukan penyamaran dalam tujuannya agar bisa bertualang, sukses mencatatkan dirinya sebagai wanita pertama yang berkeliling dunia. Perjalanannya juga dikemas dalam sebuah buku yang berjudul The Discover of Jeanne Baret.

Saat itu Jeanne Bare bertekad untuk mengikuti ekspedisi yang diadakan oleh Louis Antoine de Bougainville pada tahun 1766-1769. Larangan bagi kaum wanita untuk mengikuti ekspedisi ini, tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap menemukan cara agar bisa tetap mengikuti perjalanan ini tanpa diketahui oleh yang lain. Penyamaran pun dilakukan untuk menutupi identitas aslinya.

Wanita asal Loire Valley kelahiran 1740 memanfaatkan keahliannya dalam mengenali berbagai jenis tanaman dan obat-obatan alami membuatnya dipercaya sebagai awak kapal sebagai botanikus. Rencana penyamarannya berhasil hingga perjalanannya selama dua tahun melaksanakan ekspedisi tanpa dikenali identitas aslinya sebagai seorang wanita. Perjalanan terhenti ketika kapal belum mencapai Paris, dimana Jeanne terpaksa harus meninggalkan kapal, ketika penyamarannya terbongkar. Namun demikian Jeanne telah tercatat sebagai wanita pertama yang berkeliling dunia.

Junko Tabei, Wanita Pertama Pendaki Gunung Everest

Pendaki Gunung Everest Wanita Pertama

Pendaki Everest Wanita Pertama via guinessworldrecords.com

Kegiatan mendaki puncak tertinggi dunia ternyata sudah dicapai oleh wanita yang satu ini. Junko tabei, mencatatkan dirinya sebagai wanita pertama yang mencapai puncak Everest di ketinggian 6300 mdpl pada 16 Mei 1975. Rute yang berbeda tidak meyurutkan dirinya untuk terus berjalan menapakkan tiap jejaknya pada Mount Everest. Tercatat bahwa jalur yang dilaluinya adalah melalui rute tenggara. Kerja sama tim membuatnya dapat sukses mencapai puncak tertinggi dunia.

Selain itu Junko Tabei membuktikan bahwa professioanalitas yang dimiliki wanita dalam hal teknik pendakian puncak tertinggi tidak kalah dengan yang dilakukan oleh pria. pelatihan juga telah dilakukan Tabei sebelum melaksanakan ekspedisinya pada awal tahun 1975. Perjalanan juga dibantu oleh beberapa warga setempat dalam menunjukkan jalur pendakian.

Pada awal Mei 1975, dimana Tabei beserta timnya melakukan kemah di Sagarmatha, bagian gunung pada ketinggian 6300 mdpl, terjadi longsor salju. Pengalaman mengerikan berupa terkubur hidup-hidup oleh longsoran salju tidak menyurutkan semangatnya dalam pendakian. Diketahui bahwa Tabei sempat tidak sadarkan diri sejak kejadian tersebut. Namun saat itu Tabei berhasil diselamatkan.

Tantangan dan medan yang sulit juga ditempuh oleh Tabei. Salah satu yang menghambat perjalanannya adalah tebing yang curam dengan lapisan es diatasnya. Hingga beberapa hari setelahnya wanita ini berhasil mencatatkan namanya sebagai pendaki pertama yang mencapai puncak tertinggi dunia, Mount Everest dengan ketinggian 8848 meter diatas permukaan laut. Prestasinya ini kemudian dijadikan sebagai symbol kesetaraan gender dan kebebasan wanita di negara asalnya, yaitu Jepang.

Robyn Davidson Penjelajah Wanita Pertama dengan 1700 mil Track

Penjelajah 1700 mill Wanita Pertama

Penjelajah 1700 mill Wanita Pertama via thewildlifetraveller.com

Menempuh perjalanan yang beribu-ribu mil sepertinya tidak menjadikan wanita satu ini surut dan patah semangat. Buktinya dirinya telah tercatat sebagai wanita pertama yang menempuh perjalanan sejauh 1700 mil bersama untanya. Robyn Davidson dikenal sebagai Camel Lady karena perjalanannya ini. Sebagian besar perjalanannya ini ditempuh dengan medan gurun dan semak belukar, hanya ditemani 4 ekor unta dan seekor anjing.

Pada tahun 1977 ketika dirinya berusia 27 tahun, perjalanannya dimulai. Rute yang berbahaya dan mengancam kehidupannya justru tidak membuatnya gentar. Gangguan binatang buas sering mewarnai perjalanannya. Berkat tekadnya dalam mengarungi gurun di Australia, maka dirinya sukses tercatat sebagai Gadis Unta pertama yang menempuh jejak 2720 km. Bentuk apresiasi yang diberikan karena prestasinya ini, maka perjalanan wanita ini dicatat dan direkam ulang dalam sebuah film berjudul Tracks.

 

penjelajah wanita pertama perempuan tangguh wanita pecinta alam wanita penjelajah alam wanita petualang

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply

    5 × 4 =