Candi, Peninggalan Sejarah Indonesia Yang Menarik Untuk Kamu Kunjungi

1460 views

Berlibur dan melihat hal-hal baru seperti bangunan kuno ataupun budaya masyarakat setempat memang dapat menjadikan liburan kita menjadi lebih menarik. Indonesia bukan hanya memiliki tempat-tempat wisata dengan pesonan alam yang memukau dan luar biasa, namun juga memiliki berbagai tempat wisata bersejarah dimana kamu dapat melihat uniknya bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi dan hingga saat ini masih dijaga kelestariannya.

Tentu akan menjadi liburan yang sangat menarik jika kamu mengunjungi misalnya candi-candi yang tersebar di Indonesia dan melihat langsung bagaimana bangunan candi tersebut dibangun pada masa jaman Mataram Kuno ataupun pada masa wangsa Syailendra dan masih bertahan hingga sekarang.

Candi merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha – Hindu di Indonesia dan umumnya digunakan sebagai tempat ibadah. Bangunan ini menurut id.wikipedia.org merupakan tempat pemujaan dewa-dewi ataupun memuliakan sang Buddha. Namun selain itu, banyak juga situs-situs purbakala non-religi Hindu-Buddha Indonesia klasik ataupun keraton, pemandian, dan sebagaianya juga disebut dengan istilah candi.

Candi juga merupakan bangunan replika yang konon merupakan tempat tinggal para dewa dan memiliki seni arsitektur yang dihiasi dengan berbagai macam pahatan dan ukiran. Berbagai pesan disampaikan melalui relief ataupun arca yang tidak lepas dari unsur sipiritualitas ataupun keterampilan para pembuatnya.

Seperti halnya Candi Borobudur yang dibangun dengan megah dan kaya akan hiasan mewah yang detail, memiliki estetika luhur juga merupakan bukti betapa tingginya kebudayaan dan peradaban nenek moyang Indonesia pada masa itu.

Nah jika kamu tertarik ingin tahu mengenai peninggalan sejarah yang unik dan menarik serta memiliki berbagai ciri masing-masing ini, yuk kita simak mengenai beberapa candi berikut ini.

Candi Ngawen

Candi Ngawen

Candi Ngawen via warnainfo.blogspot.com

Candi Ngawen adalah merupakan candi Budha yang memiliki 5 buah candi kecil. Candi ini terletak di desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Magelang. Desa Ngawen ini berada kurang lebih 5 kilometer sebelum candi Mendut dari arah kota Yogyakarta. Candi ini dibangun pada abad ke-8 di masa Kerajaan Mataram Kuno oleh para wangsa Syailendra. Dua diantara 5 candi kecil memiliki bentuk yang dihiasi patung singa di keempat sudutnya. Sedangkan sebuah patung Buddha yang sudah tidak memiliki kepala dalam posisi duduk Ratnasambawa berada di salah satu candi lainnya. Beberapa relief ukuran Kinnara, Kinnar, dan Kala-Makara pun masih tampak cukup jelas terlihat.

Candi Lumbung

Candi Lumbung

Candi Lumbung via jalan2.com

Candi Lumbung dibangun pada abad ke-9 dan terletak di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Candi yang dibangun pada zaman Kerajaan Mataram Kuno dan dikelilingi oleh 16 candi kecil dalam keadaan yang masih cukup bagus.

Candi Muara Takus

Candi Muara Takus

Candi Muara Takus via yukpiknik.com

Candi Muara Takus ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar yang berjarak kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru, Riau. Di dalam kompleks candi ini terdapat juga bangunan Candi Bungsu, Candi Tua, Mahligai Stupa, dan juga Palangka. Candi ini terbuat dari batu pasir, batu bata, dan batu sungai. Konon batu bata yang digunakan dibuat di desa Pongkai dan dilakukan dari tangan ke tangan. Hingga saat ini bekas galian tanah untuk batu bata tersebut dianggap sebagai tempat yang dihormati oleh para penduduk.

Candi Sumberawan

Candi Sumberawan

Candi Sumberawan via Surabaya.panduanwisata.id

Candi Sumberawan ini terletak di desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang dan merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari. Candi ini digunakan oleh para umat Buddha dan dibuat dari batu andesit. Candi ini terdiri dari kaki dan badan yang berbentuk stupa dimana diatas kaki candi stupa yang terdiri atas lapik bujursangkar juga memiliki lapik berbentuk segi delapan dengan bantalan Padma, sedangkan stupa pada bagian atasnya telah hilang. Candi ini memiliki pemandangan disekitarnya yang indah karena dekat dengan sebuah telaga yang memiliki air yang sangat bening.

Candi Sewu

Candi Sewu

Candi Sewu via ceritariyanti.wordpress.com

Candi Sewu ini berada di dalam kompleks Candi Prambanan dan dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno oleh Raja Rakai Panangakaran. Candi Sewu ini merupakan kompleks Candi Buddha terbesar setalah Candi Borobudur. Konon menurut cerita legenda, candi berjumlah 999 buah dan dibuat oleh Bandung Bondowoso dalam waktu hanya satu malam saja. Hal ini dilakukan oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi syarat untuk dapat memperistri Dewi Roro Jonggrang. Namun usahanya tersebut gagal karena pada saat fajar menyingsing, candi tersebut belum genap berjumlah 1000.

Candi Mendut

Candi Mendut

Candi Mendut via candi1001.blogspot.com

Candi Mendut ini terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan dibangun pada masa dinasti Syailendra oleh Raja Indra.  Dalam prasasti Karangtengah pada 824 Masehi disebutkan bahwa Raja Indra telah membangun bangunan suci bernama veluvana atau yang memiliki arti hutan bambu. Namun oleh seorang arkeolog Belanda yang bernama J.G de Casparis, kata ini kemudian dihubungkan dengan Candi Mendut. Candi ini memiliki ukiran bidadara, bidadari, seekor garuda, dan dua ekor kera.

Candi Borobudur

Candi Borobudur

Candi Borobudur via kisahasalusul.blogspot.com

Candi Borobudur sangat terkenal sampai ke mancanegara dan terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dengan jarak kurang lebih 100 kilometer di sebelah barat daya Semarang dan juga 40 kilometer dari sebelah barat laut Yogyakarata, candi ini didirikan pada sekitar tahun 800 Masehi di masa pemerintahan Syailendra dan merupakan candi penganut agama Buddha. Candi ini memiliki enam tingkat berbentuk bujursangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar. dan juga memiliki puncak yang berupa stupa utama.

Candi Banyunibo

Candi Banyunibo

Candi Banyunibo via Yogyakarta.co

Candi ini terletak di bagian sebelah timur kota Yogyakarta menuju ke arah kota Wonosari dan dibangun pada abad ke-9 di jaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi yang bernama Banyunibo ini memiliki arti air jatuh menetes. Candi ini memiliki bagian ruang tengah dan kondisinya masih terlihat cukup ukuh dan memiliki ukiran relief kala-makara dan beberapa bentuk relief lainnya.

Candi Brahu

Candi Brahu

Candi Brahu via bppdkabmojokerto.com

Candi Brahu ini dibangun pada sekitar abad 15 Masehi dan merupakan tempat kremasi (pembakaran) jenazah para raja Brawijaya. Namun tidak pernah ditemukan bekas abu mayat dalam bilik candi tersebut. Candi ini seperti hampir candi-candi lainnya, memiliki gaya dan kultur Buddha. Nama candi Brahu ini didapat dari prasasti Alasantan yang ditulis oleh Mpu Sendok di tahun 861 saka atau pada 9 September 939 yang ditemukan tidak jauh dari candi Brahu.

Kompleks Percandian Batujaya

Kompleks Percandian Batujaya

Kompleks Percandian Batujaya via wacana.co

Kompleks Percandian Batujaya ini terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan merupakan kompleks sisa-sisa percandian Buddha. Candi di kompleks ini memang sudah tidak lagi utuh karena bangunan-bangunan candi tersebut dapat ditemukan hanya di bagian kaki ataupun dasar bangunan. Candi-candi yang sebagian besar masih berada di dalam tanah tersebut berbentuk gundukan bukit dan tidak memiliki ukuran ataupun ketinggian yang sama.

Nah bagaimana travel lovers? Apakah kamu tertarik untuk mengunjungi candi-candi tersebut?!

bangunan kuno candi berwisata ke candi di indonesia wisata religi

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply

    one × one =