5 Macam Cemilan Khas Samarinda Ini Tidak Boleh Kamu Lewatkan Saat Berkunjung ke Kalimantan Timur!

12571 views

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17ribu pulau berdasarkan data yang di dapat dari wikipedia. Pada setiap pulau, terdapat daerah-daerah, seperti provinsi, kota, kabupaten, dan lain sebagainya. Setiap daerah di Indonesia, pasti memiliki ciri tersendiri.

Kalimantan Timur salah satunya. Banyak ciri khas yang dimiliki salah satu provinsi di Pulau Kalimantan ini. Salah satunya adalah kulinernya. Kalimantan Timur memiliki beberapa jenis makanan yang jarang kita jumpai.

Apa saja sih, makanan khas daerah Kalimantan Timur? Ingin tau seperti apa jenis jajanan pasar di sana? Berikut adalah macam-macam jajanan pasar khas Kutai Kartanegara atau Kalimantan Timur.

Serabi Ala Kutai Kartanegara

Serabai ala Kutai Kartanegara

Serabai ala Kutai Kartanegara via www.indonesiakaya.com

Kalau kalian pecinta jajanan pasar, pasti kalian tau makanan khas Jawa Barat yang berbentuk bulat dan cembung ke atas. Bagian atas biasanya berwarna putih dan bagian bawahnya berwarna coklat kehitaman.

Apa itu? Apa lagi kalau bukan serabi, makanan yang berbahan dasar tepung beras dan diberi beberapa macam warna. Jajanan pasar yang satu ini sudah melekat pada ingatan kita sebagai ciri khas Jawa Barat.

Tapi, di sini kita tidak akan membahas serabi dari Jawa Barat. Kita akan membahas serabi ala Kukar atau Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Makanan sejenis serabi ini, di sana memiliki nama yang hampir mirip, yaitu serabai.

Serabai ini masuk ke jajaran kue basah yang bentuknya hampir mirip dengan serabi, hanya lebih datar. Kalau kalian tau, mungkin lebih mirip panekuk atau kue dadar. Serabai juga terbuat dari tepung beras.

Bagian atas berwarna putih dan bagian bawahnya berwarna coklat dengan aroma khas pembakaran menggunakan tungku kayu. Rasa yang dimiliki serabai pun khas. Rasanya gurih yang tidak terlalu kuat.

Biasanya untuk penyajiannya menggunakan bungkus selembar daun pisang yang dilipat. Kalau hendak disantap, serabai ditaburi gula pasir untuk memperkaya cita rasa. Biasanya, serabai dijadikan salah satu menu sarapan untuk masyarakat Kutai.

Pulut Nasi

Pulut nasi

Pulut nasi via www.indonesiakaya.com

Masih seputaran jajanan pasar khas Kutai, Kalimantan Timur. Kali ini, kita bertemu dengan satu makanan yang berbahan dasar bahan makanan pokok kita. Hanya saja dikreasikan dengan cara yang berbeda. Makanan apa sih?

Perkenalkan makanan khas Kutai Kartanegara ini, pulut nasi. Apa sih itu? Pulut nasi ini merupakan salah satu jajanan pasar dari Kutai, berbahan dasar beras dan santan yang dibumbui sedikit garam. Ada dua jenis santan yang digunakan, santai encer dan kental.

Pulut nasi ini merupakan salah satu menu favorit untuk sarapan masyarakat Kutai. Cita rasanya yang gurih-pedas memberikan kesan unik. Itulah mengapa tidak sedikit dari masyarakat Kutai yang menjadikan pulut nasi sebagai menu sarapan.

Pulut nasi sendiri dibungkus dengan daun pisang yang dilipat ke tengah dari kedua sisinya dan disematkan sebatang lidi kecil di bagian tengahnya.

Apabila bungkus daun pisang dibuka, maka akan terlihat isinya seperti arem-arem atau lontong. Hanya saja teksturnya lebih lunak.

Cara pembuatan pulut nasi pun cukup mudah. Beras, santan, dan garam disatukan dan dibungkus daun pisang. Kemudian dikukus selama kurang lebih dua jam.

Selama proses pengukusan, kedua santan akan mengalami reaksi yang berbeda sehingga menyempurnakan bentuk dari pulut nasi itu sendiri.

Sambal kacang merupakan pelengkap untuk menyantap pulut nasi. Kalian bisa membuat sambal kacang dari cabai merah, cabai rawit, kacang tanah sangrai yang dihaluskan, ditambah sedikit garam. Goreng sebentar dan jadilah pelengkap pulut nasi.

Amplang

Amplang

Amplang via www.jayanjayan.com

Singgah di Balikpapan atau Samarinda, bingung harus membawa buah tangan apa untuk keluarga dan teman. Ada rekomendasi buah tangan yang bisa kalian beli di sana, namanya amplang.

Apa itu? Amplang merupakan sejenis kerupuk dengan rasa  dan aroma ikan yang khas.

Amplang terbuat dari daging ikan yang digiling halus dan dicampur dengan tepung sagu. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan tenggiri, ikan gabus, dan ikan pipih. Dari tiga ikan tersebut, ikan pipih adalah yang terbaik untuk bahan amplang.

Seperti apa sih pembuatan amplang itu? Pembuatan ampang ini cukup mudah. Dimulai dari menghaluskan ikan pilihan, mencampurnya dengan tepung sagu, direbus atau dikukus, dijemur, dan kemudian digoreng.

Pertama, ikan pilihan dibersihkan lalu dagingnya dihaluskan. Setelah dihaluskan, diberi bumbu, garam, dan air. Kemudian, diuleni menggunakan tepung sagu sampai kalis. Selanjutnya, rebus atau kukus adonan tersebut selama kurang lebih satu jam.

Eitts! Masih ada lanjutannya yaa. Setelah dikukus atau direbus, adonan dijemur sampai kering. Apabila sudah kering, adonan akan dipotong dengan ketebalan 0,5-1 cm. Selanjutnya, goreng potongan adonan tersebut sampai kuning kecokelatan.

Setelah selesai digoreng, tiriskan amplang dan masukan dalam wadah yang rapat dan kedap udara agar terjaga kerenyahannya. Sangat pas untuk buah tangan keluarga jauh. Kalian juga bisa menikmati amplang dengan rasa yang mulai beraneka ragam.

Roti Pisang

Roti pisang

Roti pisang via www.tribunnews.com

Masih seputar jajan pasar khas Kutai Kartanegara. Kali ini, kita bertemu dengan makanan yang cukup menggoda selera. Namanya roti pisang, salah satu jajanan pasar yang masuk kategori kue basah.

Roti pisang, sudah bisa ditebak apa yang tercampur dalam roti ini. Yap, buah pisang yang dipotong kecil-kecil. Buah pisang yang digunakan tidak sembarang pisang ya, biasanya yang digunakan adalah pisang raja atau pisang talas.

Bentuk dari roti pisang ini pun cukup menggemaskan. Berbentuk bulat pipih dengan diameter 10 cm dan ketebalan 1-2 cm. Berwarna kekuningan disertai rasa manis yang khas. Hmm, cukup menggoda selera ya?

Proses pembuatannya tidak sulit. Cukup mencampur bahan-bahannya seperti tepung terigu, santan, gula, garam, dan telur. Campur juga dengan irisan-irisan pisang dan kemudian masukan ke dalam cetakan. Ya, roti pisang memang dimasak seperti martabak manis, menggunakan cetakan.

Roti pisang ini cocok sebagai hidangan kecil saat kumpul bersama teman atau keluarga. Rasanya yang manis, teksturnya yang lembut, dan warnanya yang ceria, menjadikannya menarik. Akan lebih nikmat apabila disantap selagi hangat.

Bobongko

Bobongko

Bobongko via dwbckalbagtim.blogspot.com

Mungkin asing bagi beberapa di antara kalian saat mendengar atau membaca nama makanan yang akan kita bahas ini. Bobongko, jajanan pasar khas Kalimantan. Bobongko ini masuk ke dalam kategori kue basah.

Bagi masyarakat Kutai, bobongko menjadi salah satu menu sarapan mereka. Tidak hanya untuk sarapan, bobongko juga disuguhkan dalam acara besar, seperti pernikan atau ritual sarapan besar yang disebut beseprah. Tapi, kalian bisa menemukan bobongko di tempat jualan jajanan pasar di Kalimantan tentunya.

Bobongko ini memiliki bentuk gumpalan dengan warna kehijauan bertekstur lembut dan kenyal. Tidak lupa dengan kuah kental berwarna putih kecokelatan sebagai pelapisnya. Bobongko dibungkus menggunakan daun pisang membentuk piramida.

Kalau kalian ingat, pengemasan bobongko sama dengan pulut nasi, hanya berbeda pada bentuk kemasannya. Cita rasanya pun juga pasti berbeda, bobongko memiliki cita rasa manis bercampur gurih. Berbeda dengan pulut nasi yang bercita rasa gurih-pedas.

Bobongko dibuat melalu dua tahapan. Yang pertama pembuatan adonan tepung. Santan encer, garam, dan gula pasir dimasak hingga mendidih. Selanjutnya tambahkan tepung beras yang sudah dilarutkan dengan santan.

Setelah itu, apabila sudah mengental dan meletup-letup, angkat dan dinginkan. Setelah dingin, masukkan ke dalam bungkus daun pisang disertai sesendok gula merah cair dan santan kental. Kukuslah hingga matang dan bobongko siap dinikmati.

Nah, bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? Datanglah ke Kalimantan Timur atau kalian bisa mencoba resep tiap jajanan pasar itu di rumah. Semoga berhasil dan memuaskan!

Cemilan Khas Samarinda ciri khas makanan kalimantan timur makanan khas Kutai Kartanegara samarinda wisata kuliner

Author: 
    author

    Related Post

    Leave a reply

    nineteen + 1 =